Kamis, 31 Oktober 2013

Wisata Kokokan



Mendengar Nyanyian Burung Kokokan di Desa Petulu Ubud

Desa Petulu, Ubud sekitar 10 menit dari pusat kecamatan Ubud, terdapat sekumpulan burung bangau.  Bangau atau Ibis atau bahasa Bali-nya KOKOKAN hidup dengan damai di pohon-pohon yang ada di desa Petulu tanpa diganggu sedikitpun. Kokoan disini berjumlah lebih dari puluhan ekor meskipun Desa Petulu kini mulai berubah dengan pembangunan yang semakin pesat.
Kokokan ini mulai bersarang di desa Petulu sejak th 1965. Jumlahnya hanya sekitar 5 ekor. Beberapa bulan kemudian, jumlahnya mulai bertambah banyak. Burung-burung ini awalnya merupakan burung yang bemigrasi dan akhirnya tinggal di kawasan ini. Awalnya oleh masyarakat sekitar, burung burung ini ditangkap untuk dipelihara atau dipotong untuk dijadikan makanan. Dari sini keanehan terjadi.  Mereka yg menangkap burung burung ini selalu datang kembali ke desa dan mengembalikannya. Tidak kuat katanya. Menurut warga desa setempat, orang orang ini setelah menangkap burung kokokan tersebut mulai didatangi oleh makhluk makhluk  aneh bertubuh besar dan menyeramkan. Dalam mimpi maupun kenyataan. Ini bukan halusinasi, karena yg mengalaminya lebih  dari 50 orang. Akhirnya setelah berkonsultasi dengan seorang pendeta, dilakukanlah ritual permintaan maaf di Pura Desa setempat. Saat prosesi berlangsung, pemangku pura desa mengalami kesurupan dan mengatakan kalo burung kokokan ini sebenarnya adalah rencang (pengawal) Ida Betara yg dipuja di pura desa setempat. Burung burung ini adalah pasukan yang akan menjaga desa secara segi niskala (dunia maya) dari gangguan penyakit dan hama yg menyerang sawah mereka. Ini terbukti, setelah masyarakat membuat sebuah tugu di pura desa sebagai persembahan terhadap kokokan ini, desa menjadi makmur, panen melimpah dan tidak ada bahaya yg mengancam sampai dengan hari ini.
Burung Kokokan yg ada di desa Petulu memiliki warna badan putih dengan punggung dan wajah coklat. Mereka hidup dipohon pohon yg ada disepanjang jalan desa sampai depan Pura Desa Adat Petulu (3 km). Kokokan akan ada disini mulai sasih (bulan Bali) kelima sampai kesanga (bulan ke-5 s/d ke-9) atau dalam masehinya Oktober-Maret. Periode ini ribuan ekor burung kokokan akan membuat sarang, bertelur, mengeramkan telurnya sampai menetas, dan bulan Maret anak anak kokoan sudah mulai bisa terbang. Periode April-September, populasi Kokokan yg terlihat disini jumlahnya berkurang siang hari. Mungkin mereka terbang ke daerah lain utk mencari makanan. Dan saat senja sekitar jam 5.30, mereka akan kembali lagi ke desa Petulu. Jadi paling  ideal melihat kokokan di desa Petulu adalah periode Oktober-Maret dan jangan lupa menaruh  sejumlah uang kecil sebagai donasi terhadap desa di kotak yang telah disediakan. Kita akan sangat beruntung jika bisa melihat kokokan berwarna hitam, karena menurut penduduk desa, jumlah kokokan hitam hanya 2 ekor dan mereka adalah pemimpin dari ribuan kokokan di Petulu yang mendandakan pertanda baik.

Sabtu, 26 Oktober 2013

Monkey Forest

Alas Kedaton
Obyek wisata Alas Kedaton salah satu tempat menarik di Bali yang dengan kehidupan kera di hutan yang berlokasi di Desa Kukuh Kecamatan Marga, kota Tabanan, 4 km dari kota Tabanan, Taman Wisata Alam Alas Kedaton (Alas Kedaton Monekey Forest), memiliki pesona wisata hutan yang banyak dihuni oleh ratusan kera,  hidup sekitar 300-an populasi monyet, ada juga sekumpulan kelelawar besar / kalong yang bergelantungan diatas pohon untuk tidur sambil menunggu malam tiba, biasanya mereka ada di pohon besar di belakang pura yang ada di Alas Kedaton. 
Di kawasan hutan lindung ini, terdapat pura yang di dalam hutan Alas Kedaton, Upacara piodalan di Pura ini adalah jatuh pada hari Selasa (Anggara Kasih) dau puluh hari setelah Hari Raya Galungan. Yang mana upacara dimaksud dimulai pada siang hari dan harus sudah selesai sebelum matahari terbenam. Pura ini sering pula disebut Pura Alas Kedaton atau Pura Dalem Kahyangan.Monyet di sini cenderung jinak, karena sudah terbiasa denga wisatawan, yang paling penting adalah jangan menggangu mereka. Untuk bisa mengunjungi objek wisata ini, wisatawan bisa ikut paket full day Bedugul - Tanah Lot Tour yang kami telah susun rute perjalanannya, agar acara liburan anda bersama keluarga dan rekan semakin menyenangkan.
Pura yang terletak di kawasan hutan ini, penuh aura magis yang kental, berpadu harmonis dengan suasana hutan trpis yang lebat, menjadikan kawasan ini selalu diminati oleh kalangan wisatawan. Untuk bisa bercengkrama dengan pasukan kera disini, sepertinya lebih direkomendasikan untuk menggunakan jasa guide lokal yang sudah hapal dan tahu dengan kebiasaan monyet-monyet yang ada disini, sehingga keberadaan kita di tengah-tengah mereka tersa nyaman dan tidak tanggung-tanggung lagi. Setelah puas menikmati kelucuan kera-kera yang ada di kawasan hutan. Anda bisa juga photo-photo dengan beberapa kalong besar yang sengaja dipelihara oleh warga setempat, sehingga kelihatan seperti petualang sejati di tengah hutan.




Waterfall Destination



Air Terjun Sekumpul

Wilayah bali selatan lebih terkenal dengan wilayah pantai yang indah, beberapa di antaranya di tambah dengan suguhan matahari tengelam, tapi wilayah utara yang merupakan Wilayah Kabupaten Buleleng dengan keindahan air terjun, Seperti yang ada di Munduk, Git-Git,  , Lemukih, Les dan sekarang yang ada di kecamatan Sawan, kumpulan air terjun yang terletak agak berjauhan dan terletak di Desa Sekumpul, Kabupaten Buleleng, nama tersebut terasa cukup pas, dari kejauhan pemandangan yang ditampilkan sangat menawan, disela-sela tumbuhan tropis, setidaknya ada 7 buah air terjun, tinggi, keberadaan dan debit airnya berbeda-beda.

Untuk mencapai lokasi parkir, jalanan menuju lokasi belum begitu bagus, terlihat pemandangan tebing dan lembah yang dipenuhi pepohonan, seperti petualang sejati naik dan turun lembah dengan kondisi jalan yang menantang dan setelah sampai di parkiran, dari gazebo yang disediakan, pemandangan alam yang luar biasa, terpampang di depan mata, air terjun Sekumpul ini terlihat unik, kita bisa menyaksikan 7 buah air terjun sekaligus, pemandangan alam yang cocok untuk diabadikan selama perjalanan tour .
Untuk bisa sampai di bawah air terjun butuh extra tenaga untuk menapaki jalan setapak sambil melihat hamparan sawah terasering, lokasinya sekitar 300 meter untuk menuju ke dua buah air terjun yang letaknya paling dekat dan keduanya berdampingan, ratusan anak tangga menurun dan melintasi anak sungai, adalah usaha extra untuk bisa melihat dari dekat. Pada saat musim penghujan 2 buah air terjun ini akan menampilkan warna yang berbeda, karena yang satu bersumber dari mata air sehingga akan tetap bening dan satunya bersumber dari sungai, sehingga akan berwarna keruh.
Tempat wisata Air terjun Sekumpul kalau dari Denpasar butuh waktu sekitar 2.5 jam dengan kendaraan melawati kawasan objek wisata Bedugul, perjalanan ke sini memang mengasyikkan,  jalanan naik dengan pemandangan lembah yang dipenuhi kebun sayur, kalau anda mau berkunjung dan berencana bawa atau sewa mobil sendiri, agar lebih nya

Kamis, 24 Oktober 2013

Waterfall Destination


Air Terjun Les

Selain air terjun Gitgit di Buleleng ada juga Air Terjun Les, air terjun ini memiliki keindahan alam yang fantastik, dengan latar belakang perbukitan, menambah indahnya daya pikat objek wisata di Bali ini. Sering juga disebut Yeh Mampeh atau air terbang, karena air terjun dengan ketinggian 30 meter ini, airnya jatuh selaksa terbang sampai permukaan air yang ada di bawahnya. Lokasinya di Buleleng bagian Timur, hanya 38 km dari kota Singaraja, tepatnya di desa Les, Kec. Tejakula, kab. Buleleng. Air terjun ini berada diantara Perbukitan Tangudi dan Bukit Pungsu.

Kepuasan dan keindahan yang bisa dinikmati para pelancong akan sebanding dengan jarak yang hanya 500 meter dari lokasi parkir mobil, air yang jernih alam yang masih asri, membuat anda betah berlama-lama di sini. Disekitar air terjun terdapat mata air Toya Anakan, yang peruntukannya sebagai tempat pengambilan air suci, untuk kegiatan upacara yadnya bagi umat Hindu di wilayah Pulau Dewata, karena itu warga setempat tetap menjaga kesucian dan kelestarianyya.

Melakukan kegiatan tour ke Air Terjun Les, posisi hotel yang bagus agar lebih dekat, anda bisa menginap di Lovina, Tulamben maupun Amed . Tapi jika posisi anda berada seputaran Denpasar, Kuta ataupun Bandara anda menuju jurusan Ubud - Kintamani, dari sini dilanjutkan menuju desa Les, lama perjalanan ini dengan kendaraan sekitar 3.5 jam. Durasi yang lumayan juga.